Jumat, 07 Februari 2014

melaksanakan tugas-tugas dan mencapai tujuan organisasi

Untuk bisa berhasil melaksanakan tugas-tugas dan mencapai tujuan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sikap dan perilaku yang dimiliki para pengurus. Ada 11 (sebelas) sifat dan perilaku yang harus dimiliki oleh para pengurus. Sifat dan perilaku ini digali dari kata “Mekar Saluyu”, diberi makna dari setiap huruf yang menggabungkannya menjadi kata “Mekar Saluyu”. Sifat dan perilaku tersebut, yaitu :
1. M : Membangun Bersama
Sifat dan perilaku ini seperti maksud dari pembentukan organisasi ini dan motto organisasi. Tanpa menggalang kekuatan, dukungan, dan kesadaran dari semua pihak, baik pengurus, siswa ataupun lainnya, maka perjuangan untuk mencapai tujuan tidak akan membuahkan hasil. Organisasi tidak mungkin dapat bekerja hanya dengan kekuatan pengurus saja, tapi harus menggalang kekuatan, dukungan, dan kesadaran dari siswa,guru, pembina dan lainnya, karena organisasi tumbuh dari, oleh, dan untuk siswa.

2. E : Empati
Empati mempunyai arti bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain, atau menempatkan diri pada posisi orang lain. Para pengurus harus dapat menempatkan diri seandainya ia menjadi orang lain, sehingga ia bisa merasakan dan berpikir lebih bijaksana.

3. K : Kreatif
Kata kreatif berasal dari bahasa inggris “create” yg berarti menciptakan, creation artinya ciptaan. Kemudian kata tersebut diadopsi kedalam bahasa Indonesia yaitu kreatif.yg memiliki kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yg baru. Para pengurus harus selalu berpikir mencari cara-cara terbaik ataupun cara-cara baru dalam malaksanakan tugasnya, dan memajukan Organisasi.

4. A : Amanah
Amanah yaitu sifat dan sikap yang dapat dipercaya atau bisa memegang kepercayaan yang diberikan .Pengurus harus menjaga diri untuk tidak menyalahgunakan wewenangnya dan harus menunjukkan kepada semuanya sebagai orang-orang yang dapat menjalankan amanah.

5. R : Rela Berkorban

Rela berkorban atau bisa diartikan ikhlas berkorban. Ini adalah motivasi/niat yang harus ditanamankan dalam hati para pengurus. Niat kita menjadi pengurus haruslah karena keikhlasan untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Sehingga waktu, pikiran, tenaga, bahkan materi yang pengurus berikan dalam organisasi bukanlah suatu keterpaksaan (tapi sebagai amal ibadah).

6. S : Selalu Belajar
Selalu belajar ini mempunyai dua maksud yaitu belajar dari kesalahan dan belajar untuk meningkatkan kemampuan. Para pengurus harus mempunyai semangat untuk terus belajar. Belajar dari sesuatu yang tidak bisa menjadi bisa. Dari sesuatu yang tidak tahu menjadi tahu. Belajar dari sesuatu yang tidak jelas menjadi jelas. Belajar dari sesuatu yang salah menjadi benar. Belajar dari sesuatu yang kecil menjadi besar.


7. A : Akur
Akur mengandung arti selalu rukun, sejalan, dan sehati. Pengurus harus menjaga diri dari perselisihan dan konflik-konflik. Setiap ada masalah dibicarakan secara kekeluargaan. Setiap perbedaan pendapat harus dipandang sebagai usaha-usaha mencari kebenaran dan yang terbaik untuk organisasi. Hilangkan sifat egois yang menuntut pendapatnya harus selalu diterima. Baik tidaknya suatu keputusan haruslah berdasarkan hasil musyawarah pengurus. Pengurus harus akur dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

8. L : Loyal
Loyal atau arti kata lainnya adalah setia. Para pengurus harus loyal pada organisasi dan pondok pesantren Darul Huda, yang mengandung arti akan selalu memegang teguh aturan dan tak akan meninggalkan organisasi dalam keadaan bagaimanapun. Dalam kenyataannya makna loyal dapat terlihat dari kehadiran pada rapat/pertemuan-pertemuan pengurus, melaksanakan tugas-tugas kepengurusan, dan tidak keluar dari organisasi hanya karena adanya masalah tertentu.

9. U : Uswathun Hasanah
Uswathun hasanah atau memberikan contoh/teladan yang baik. Para pengurus harus dapat memberikan contoh baik pada siswa lainnya dengan menampilkan kepribadian yang baik. Baik tutur katanya, jujur dalam hati, ucapan dan perbuatannya. Ramah dalam bersikap. Tidak sombong. Penuh perhatian dan kasih sayang. Menjaga nama baik organisasi dengan tidak melakukan perbuatan-perbuatan tercela.

10. Y : Yakin
Yakin kepada apa yang dilakukan. Yakin bahwa apa yang dilakukan pengurus akan berhasil. Yakin bahwa apa yang dilakukan pengurus memberikan manfaat bagi siswa dan lainnya. Yakin bahwa apa yang dilakukan pengurus tidak ada yang sia-sia dalam pandangan Allah SWT, akan menjadi amal ibadah selama dilakukan dengan niat ikhlas.

11. U : Usaha Tak Kenal Lelah

Perjuangan untuk mengatasi masalah kemiskinan atau meningkatkan kesejahteraan bukanlah perjuangan yang mudah dan dapat dicapai dalam waktu singkat, namun amat berat dan memerlukan waktu yang lama. Untuk itu, usaha yang tak kenal lelah, tidak cepat menyerah, tiada putus asa dan terus menerus menjadi tuntutan. Perlu kita sadari, bahwa sesungguhnya usaha untuk meningkatkan kesejahteraan merupakan usaha semua manusia di muka bumi ini. Selama manusia hidup, ia akan selalu berjuang mencapai hidup sejahtera, baik aspek materiil, spiritual, maupun sosial. Jadi, tak ada kata berhenti untuk berjuang mengejar hidup sejahtera bagi kita semua.